Langsung ke konten utama

KESADARAN

KESADARAN

Saya selalu bilang bahwa dalam KESADARAN terdapat penyaksian dan hadir...
MENYAKSIKAN DAN HADIR tanpa upaya..

Tapi dimanakah anda? Tanpa upayA? Ini total diluar pemahaman anda.. mungkin anda mengira saya gila..
Anda harus cukup cerdas untuk hal ini sehingga anda bisa menyadari kegilaan saya. WKWKWK

upaya hanya terjadi ketika ada pelaku... ada penari dan menari.. ada pelukis dan melukis.. ada pembaca dan membaca.. ada penyaksi dan menyaksikan.. ada subyek dan predikat...

tetapi ketika yang ada hanyalah predikat.. hanyalah menari... hanyalah menyaksikan... bagaimana upaya akan menyusup? bagaimana pikiran akan menyusup? TIDAK AKAN BISA..
PIKIRAN MEMBUTUHKAN SUBYEK.... DAN PIKIRAN AKAN MATI DIDALAM PREDIKAT... PIKIRAN AKAN TERTAHAN DIDALAM AKTIVITAS... DAN AKAN MATI DIDALAM TANPA SUBYEK...

SELAMA ADA SOSOK.. ITU ADALAH UPAYA.. ITU ADALAH PIKIRAN... AFIRMASI... VISUALISASI... ITU HANYA AKAN MEMBENTUK SUBYEK....

ENGKAU DIAM.. DAN TAK ADA SUBYEK..
HANYA MENYAKSIKAN.. TAPI TIDAK ADA PENYAKSI.. INI CUMA ABSTRAK...
hanya hadir.. TAPI TAK ADA KEHADIRAN..

ini cukup mudah dialami.. dipraktekkan.. tapi cukup sulit diungkapkan...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DZAT, SIFAT, ASMA, AF'AL

Mengenal Dzat, Sifat, Af’al dan Asma  Tauhid merupakan dasar umat Islam. Kepercayaan bahwa Allah adalah Tuhan yang satu dan merupakan satu-satunya diakui oleh semua mukmin tanpa ada pertentangan akan hal itu.  Namun semua itu perlu pengenalan untuk lebih mendekatkan diri pada Allah. Dalam memasuki pintu keTuhanan menjadi hal yang mendalam yaitu mengenal zat, sifat, af’al dan asma’ ALLah Taala.  Perlu diingat juga bahwa segala perbuatan apapun yang terjadi dan berlaku di dalam alam ini pada hakikatnya adalah Af’al (Perbuatan) Allah ta’ala. A. DZAT “Sesungguhnya Aku ini Allah, tidak ada Tuhan kecuali “Aku”, maka, sembahlah “Aku” ( Qs At Thoha : 14) ayat ini menyebutkan “pribadinya” atau dzat Allah, kalimat….sembahlah “Aku”…Dzat Allah merupakan perwujudan dari adanya Allah.  Sama halnya manusia ada, karena Allah dan dzat-Nya ada.  Allah SWT merupakan zat pribadi...

DZIKIR NAFAS HUU ALLAH

1. Zikir Nafas Hu Allah Ziikir Nafas adalah Proses zikir yang diikuti dengan irama naik-turun nafas. Dzikir ini adalah Zikir SIR, karena tanpa ada Kata - Kata dan Suara Lafaz zikir Nya adalah Huu Allah Ketika Menghirup Nafas Maka zikirnya "Huu" Ketika Menghembuskan Nafas zikirnya "Allah" 2. Zikir Nafas Tahap Shudur Pada saat Berzikir NAFAS maka harus di-iringi dengan Shudur atau rongga yang ada dalam diri kita MEMBUKA, MELAPANGKAN, MELEPASKAN Beban dan kekakuan, Menghilangkan segala Keinginan atau kebesaran diri. Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah, Dia akan MEMBUKAKAN Shudur (Rongga) nya untuk berserah diri (islam). Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan Shudur 9Rongga) nya sempit dan sesak, seakan - akan dia mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang - orang yg tidak beriman.(Qs.6:125)...orang - orang yg DIBUKAKAN Shudur-nya oleh Allah untuk berserah diri lalu dia mendapat Cah...

JALANNYA DZIKIR

JALANNYA DZIKIR DZIKIR SYARIAT Adalah :  "LAA ILAAHA ILLALLAH" diucapkan berulang-ulang dengan lisan sampai masuk kedalam hati sehingga lisan atau mulut tidak berucap lagi. Rahasia dzikir ini terdiri dari 12 huruf yang sama Maknanya dengan Waktu 12 jam, Dzikir ini selalu dikumandangkan oleh para Malaikat bumi (Malaikatul Ahyar) ketika ALLAH SWT Menciptakan setiap Makhluknya di muka bumi  - - - - - - - - DZIKIR TAREKAT Adalah :  "ALLAH-ALLAH-ALLAH" diucapkan berulang-ulang di dalam hati saja dengan pengosongan pikiran, lalu fokus pada Nama tadi sehingga Nama ALLAH tadi membuat dan Menciptakan Alam bayangan hidup didepan Mata anda sendiri, jangan kaget dan takut oleh fenomena tersebut karena para jin syetan selalu mengintai anda tetapi berlindunglah Kepada ALLAH SWT yang Maha Menjaga Orang Beriman dengan ayat dan doa : AUDZU BILLAHI MINAS SYAITHANIR RAJIM……………  LAA ILAAHA ILLALLAH ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINAZ ZHALIMI...